Inspired by a suicide song, "Gloomy Sunday". Check this..
Sept 20th 20xx, 01.00 am
"Aru, kemana aja lu?" tanya Ara galak. Matanya menyipit, menyelidik.
"Bukan urusanmu." jawab Aru dingin. Dia tidak suka diganggu. Aru pun melangkah masuk, melewati kakaknya begitu saja.
Ara mencengkam lengannya. "Aru! Jawab gua. Apa kau selalu pulang jam segini?" tanya Ara dengan nada serius.
Aru hanya menyeringai dan tersenyum sinis dengan mata menyipit. "Kalau iya, masalah? Liat diri lu sendiri." jawab Aru sinis. Hawa beku disekitar kakak-adik itu semakin terasa. Ara tertegun dan perlahan melonggarkan cengkramannya. Aru pun menghentakan tangan Ara dan berlalu begitu saja.
Jumat, 14 Desember 2012
Kamis, 06 Desember 2012
The End(?)
Kediaman Affandi, Jepang 20xx
"Eh, Aira? Tumben jauh-jauh kesini." tanya Shara heran. Aira hanya tersenyum simpul. "Masuk dulu yuk. Pasti capek kan... Gimana Indonesia? Udah lama gak kesana." ujar Shara sambil masuk, membereskan ruang tamu dan mengambil minuman.
Aira pun masuk dan duduk di sofa. "Indonesia baik-baik saja. Haha kemana saja kau? Tidak ada kabar."
"Aku disini saja. Ya sesekali pergi lah. Tuntutan karir.. Haha" jawab Shara sambil tertawa dan duduk di samping Aira. "Bagaimana dengan mu?"
"Begitulah... Kudengar kau sering ke Singapura ya? Kenapa gak sekalian ke Indonesia?"
Shara terdiam. Lalu menjawab, "Not at all. Aku ingin ke Indonesia. Tapi ya, begitulah." jawab Shara sambil tersenyum. "Jadi, ada perlu apa?"
"Hm, begini. Kau... Sudah menerima undangan itu, kan?" tanya Aira ragu.
Shara tertegun sejenak. Jadi untuk ini dia sampai rela mendatangiku ke Jepang, pikir Shara. "Oke, sebentar. Ikut aku." ajak Shara.
Aira mengikuti Shara menaiki tangga dan memasuki sebuah kamar. "Duduk aja gih di kursi atau kasur. Aku
"Eh, Aira? Tumben jauh-jauh kesini." tanya Shara heran. Aira hanya tersenyum simpul. "Masuk dulu yuk. Pasti capek kan... Gimana Indonesia? Udah lama gak kesana." ujar Shara sambil masuk, membereskan ruang tamu dan mengambil minuman.
Aira pun masuk dan duduk di sofa. "Indonesia baik-baik saja. Haha kemana saja kau? Tidak ada kabar."
"Aku disini saja. Ya sesekali pergi lah. Tuntutan karir.. Haha" jawab Shara sambil tertawa dan duduk di samping Aira. "Bagaimana dengan mu?"
"Begitulah... Kudengar kau sering ke Singapura ya? Kenapa gak sekalian ke Indonesia?"
Shara terdiam. Lalu menjawab, "Not at all. Aku ingin ke Indonesia. Tapi ya, begitulah." jawab Shara sambil tersenyum. "Jadi, ada perlu apa?"
"Hm, begini. Kau... Sudah menerima undangan itu, kan?" tanya Aira ragu.
Shara tertegun sejenak. Jadi untuk ini dia sampai rela mendatangiku ke Jepang, pikir Shara. "Oke, sebentar. Ikut aku." ajak Shara.
Aira mengikuti Shara menaiki tangga dan memasuki sebuah kamar. "Duduk aja gih di kursi atau kasur. Aku
Lokasi:
Tambun, Tambun
Minggu, 02 Desember 2012
The legend of "Lele"
Lele itu... Ikan yang panjang, warna item, punya kumis, palanya gede, buntutnya kecil. Lele itu makannya tai. Sebelum disembelih, lele harus dibiakan di air bersih dan dikasih makanan yang 'normal' dulu. Sebelum dimasak, lele harus di bersihiin dulu ampe bersih. Kalau masak lele juga harus enak, biar ada yang makan.
Ngomong tentang lele, jadi inget ama ade gua yang ngepen amat ama tu ikan berkumis. Kalau makan ama lele, ade gua nafsu makannya bertambah. Ampe berekor-ekor abis ama dia *lebay*
Ikan ini disinyalir bisa bikin pinter. Entah karena palanya yang gede tapi badannya langsing itu, entah karena apa. Tapi setau gua, kandungan protein dalam ikan itu emang bagus, bisa bikin pinter. Makanya, kalau lu pada mau pinter, makan ikan aja dah ya. Hahaha
Ngomong tentang lele, jadi inget ama ade gua yang ngepen amat ama tu ikan berkumis. Kalau makan ama lele, ade gua nafsu makannya bertambah. Ampe berekor-ekor abis ama dia *lebay*
Ikan ini disinyalir bisa bikin pinter. Entah karena palanya yang gede tapi badannya langsing itu, entah karena apa. Tapi setau gua, kandungan protein dalam ikan itu emang bagus, bisa bikin pinter. Makanya, kalau lu pada mau pinter, makan ikan aja dah ya. Hahaha
Langganan:
Postingan (Atom)